+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Friday, 7 February 2014

Khasiat Air Mani Untuk Wanita.

Ada khasiat rupanya. Kepada wanita yang sudah berkahwin, dikatakan akan mempunyai kulit yang lebih lembut dan mempunyai mood yang lebih baik. Kulit isteri lembut hasil daripada pancutan sperma suami yang mengandungi banyak protein dan berkhasiat.
 
Air mani yang dipancut ke dalam rahim isteri bukan sekadar boleh mendatangkan zuriat, ia juga akan bersatu dengan darah dan segala kebaikan air mani suami akan diserap ke dalam tubuh isteri.
 
 
Ooo patutlah wanita yang dah berkahwin ni nampak lebih gebu. Tapi rasanya awal² kahwin je kot. Dah beranak 3, mulalah kulit berlipat². Kena sama² pandai jaga badan lepas kahwin, ok?
 
Khasiat lain sperma untuk wanita:
  • Rambut isteri semakin hitam dan berkilat.
  • Mengurangkan jerawat.
  • Campuran sperma dalam tubuh isteri akan menghasilkan berjuta² hormon yang membuatkan wanita lebih ceria dan gembira.
Edah dan Air Mani
Dalam Islam, tempoh edah diberi kepada isteri yang baru bercerai adalah untuk menghilangkan air mani bekas suami yang masih berada dalam tubuh badan isteri, supaya tak berlaku percampuran air mani jika wanita itu terus melakukan hubungan seks dengan suami baru.
 
Ada logiknya juga. Setiap hukum dan ketentuan dalam Islam mesti mempunyai sebab yang tertentu sama ada kita tahu atau tidak. Tak perlulah buah tafsiran atau tohmahan terhadap agama sendiri hingga terjadinya murtad. Kajilah dulu kalau boleh. Memang diyakini Islam itu benar.
 
No comments

Thursday, 6 February 2014

ABDULLAH IBN UMAR RA. :: Sahabat Rasul, Sahabat Malam [Bahagian 2/2]

...dari bahagian 1
 

Syahid setelah Mengingatkan Penguasa.
Namanya tak kalah terkenal dibanding ayahandanya, Umar ibn Khattab.
 
Ia lahir di Mekah, 10 tahun sebelum Hijrah atau 612 Masehi. Dalam usia 10 tahun, Abdullah cilik ikut ayahnya berhijrah. Abdullah adalah contoh sahabat Nabi yang amat terpelajar di Madinah, di masa kejayaan Islam. Selain Basrah, Madinah memang tumbuh menjadi pusat pemikiran Islam pasca masa Nabi SAW.
 
Kegairahan Abdullah seolah melengkapi kekurangan yang ada di kalangan penuntut ilmu-ilmu Islam, karena ia mendalami segi ajaran Islam yang saat itu kurang memperoleh perhatian serius. Yakni tradisi atau hadis Rasulullah saw. Menurut para periwayat, Abdullah mendapatkan inspirasi luar biasa karena ia tinggal di Madinah, yakni tumbuhnya kecenderungan mendengarkan, mencatat, dan mengkritisi berbagai hal mengenai Nabi, termasuk anekdot-anekdot yang sepeninggal Nabi banyak diungkapkan penduduk Madinah.
 
Putra Umar ini perintis awal bersama sahabat yang lainnya yakni Abu Hurairah dalam bidang hadis (tradisi) Nabi SAW. Ia periwayat hadis kedua terbanyak setelah Abu Hurairah, yakni meriwayatkan 2.630 hadis. Ia pun hapal Quran secara sempurna. Selain itu, ia banyak menerima hadis langsung dari Nabi SAW, dari para sahabat Nabi termasuk ayahnya, Umar ibn Khattab ra.
 
Selama 60 tahun setelah Nabi wafat, ia menjadi salah satu mata air pengetahuan menyangkut hadis yang banyak dihapalnya, baik karena ia mendengar langsung dari Nabi atau bertanya kepada orang-orang yang menghadiri majelis Nabi menyangkut tutur dan perbuatan Nabi. Ia kerap diminta fatwa dan pertimbangan, tetapi ia juga saking berhati-hatinya ia menolak diminta ijtihadnya. Kecintaannya kepada Rasulullah, kemampuannya mengingat tutur dan perbuatan Nabi, menjaga substansi ajaran sebagaimana dulu Nabi menyampaikannya, membuat Abdullah ibn Umar bersama Abdullah ibn Abbas dianggap pemula bagi golongan yang kemudian disebut golongan sunni.
 
Abdullah ibn Umar memang hidup dalam beberapa masa kekhalifahan, di antaranya ada masa-masa penuh pergolakan antar kelompok Islam. Menghadapi situasi keras, Ibn Umar tak berubah menjadi kasar dan pembalas.
 

Suatu ketika, Gubernur Mu'awiyah, Al-Hajjaj ibn Yusuf, yang berkedudukan di Hijaz tengah berpidato di masjid. Sang gubernur terkenal kejam dan fasik. Kebetulan Abdullah ibn Umar ada di masjid itu.
 
Saat itulah, orang-orang semasanya mendapat bukti, betapa kelembutan dan kesabaran Ibn Umar, tidak berarti lemah terhadap kezaliman. Dengan tenang, Ibn Umar berdiri masih saat Gubernur Hajjaj masih di mimbar, dan berkata, "Engkau musuh Allah. Engkau menghalalkan barang yang diharamkan Allah. Engkau meruntuhkan rumah Allah, dan engkau membunuh banyak wali Allah."
 
Al Hajjaj menyetop pidatonya. "Siapakah orang bicara tadi?"
 
Seseorang menjawab, itu Abdulah ibn Umar. Lalu Hajjaj meneruskan pidatonya. "Diam, wahai orang yang sudah pikun."
 
Seteleh Al-Hajjaj kembali ke kantornya, diperintahkannya pembantunya menikam Abdullah ibn Umar dengan pisau beracun. Si pembantu berhasil menorehkan pisau beracun itu ke tubuh Abdullah ibn Umar yang lantas jatuh sakit. Di pembaringan, Ibn Umar dijenguk Al-Hajjaj. Al-Hajjaj beruluk salam, Ibn Umar tak menjawab. Al-Hajjaj menanyakan sesuatu, berbicara dengan Abdullah ibn Umar tetapi Abdullah ibn Umar tak menjawab sepatah katapun.
 
Ibn Umar wafat tahun 72 Hijriyah dalam usia 84 tahun. Putra Umar ibn Khattab sebagaimana ayahnya, sama-sama penggiat Islam, telah pergi. Kalau Umar ibn Khattab hidup di suatu masa di mana banyak pula sahabat Rasulullah yang wara' dan ahli ibadah, maka orang-ornag semasa Abdullah ibn Umar mengatakan, zaman ketika Ibn Umar hidup sulit menemukan sosok yang sealim dan seteguh dia.
 
Menghindari Jabatan, Antikekerasan
Benar, Ibn Umar bergairah kala panggilan jihad berkumandang. Tetapi, sungguh suatu kenyataan, ia anti kekerasaan, terlebih ketika yang bertikai adalah sesama golongan Islam. Kendati ia berulangkali mendapat tawaran berbagai kelompok politik untuk menjadi khalifah.
 

Hasan r.a.
meriwayatkan, tatkala Utsman ibn Affan terbunuh, sekelompok umat Islam memaksanya menjadi khalifah. Mereka berteriak di depan rumah Ibn Umar, "Anda adalah seorang pemimpin, keluarlah agar kami minta orang-orang berbai'at kepada anda."
 
Tapi Ibn Umar menyahut, "Demi Allah, seandainya bisa janganlah ada walau darah setetas tertumpah disebabkan daku."
 
Massa di luar mengancam. "Anda harus keluar. Atau, kalau tidak kami bunuh di tempat tidurmu."
 
Diancam begitu, Umar tak tergerak. Massa pun bubar.
 
Sampai suatu ketika datang lagi ke sekian kali tawaran menjadi khalifah. Ibn Umar mengajukan syarat, yakni asal ia dipilih seluruh kaum muslimin tanpa paksaan. Jika bai'at dipaksakan sebagian orang atas sebagian lainnya di bawah ancaman pedang, ia akan menolak jabatan khalifah yang dicapai dengan cara semacam itu. Saat itu, sudah pasti syarat ini takkan terpenuhi. Mereka sudah terpecah menjadi beberapa firqah, saling mengangkat senjata pula. Ada yang kesal lantas menghardik Ibn Umar.
 
"Tak seorang pun lebih buruk perlakuannya terhadap umat manusia, kecuali engkau."
 
"Kenapa? Demi Allah tak pernah aku menumpahkan darah mereka, tidak pula aku berpisah dengan jamaah mereka apalagi memecah-mecah persatuan mereka?" saut Ibn Umar heran.
 
"Seandanya kamu mau menjadi khalifah, tak seorang pun akan menentang."
 
"Saya tak suka kalau dalam hal ini seorang mengatakan setuju, sedang yang lain tidak."
 
Lagi-lagi, Ibn Umar menghindari posisi pemimpin tertinggi umat Islam ini. Meski demikian, saat ia berusia lanjut pun harapan orang dipimpin Ibn Umar tetap ada. Ketika Muawiyah II putera Yazid beberapa kali menduduki jabatan khalifah. Datang Marwan menemui Ibn Umar. "Ulurkan tangan Anda agar kami berbaiat. Anda adalah pemimpin Islam dan putra dari pemimpinnya."
 
"Lantas apa yang kita lakukan terhadap orang-orang masyriq?"
 
"Kita gempur mereka sampai mau berbaiat."
 
"Demi Allah, aku tak sudi dalam umurku yang tujuh puluh tahun ini, ada seorang manusia yang terbunuh disebabkan olehku."
 
Mendengar jawaban ini, Marwan pun berlalu, dan melontarkan syair.
"Api fitnah berkobar sepeninggal Abu Laila, dan kerajaan akan berada di tangan yang kuat lagi perkasa."  Abu Laila yang dimaksudkannya, ialah Muawiyah ibn Yazid.
Sikap penolakan Ibn Umar ini karena ia ingin netral di tengah kekalutan para pengikut Ali dan Muawiyah. Sikap itu diungkapkannya dengan pernyataan, "Siapa yang berkata 'Marilah salat', akan kupenuhi. Siapa yang berkata 'Marilah menuju kebahagiaan', akan kuturuti pula. Tetapi siapa yang mengatakan 'Marilah membunuh saudaramu seagama dan merampas hartanya' aku katakan: tidak!"
 
Ini bukan karena Ibn Umar lemah, tapi karena ia sangat berhati-hati, dan amat sedih umat Islam berfirkah-firkah. Ia tak suka berpihak pada salah satunya.
 
Pernah, Abul 'Ali Al-Barra berada di belakang Ibn Umar tanpa sepengetahuannya. Didengarnya Ibn Umar bicara pada dirinya sendiri, "Mereka letakkan pedang-pedang mereka di atas pundak-pundak lainnya, mereka berbunuhan lalu berkata, hai Abdulah ibn Umar ikutlah dan berikan bantuan. Sungguh menyedihkan."
 
Begitulah, gambaran suasana hati Abdulah ibn Umar.
 
Meskipun pada akhirnya, pernah Abdulah ibn Umar berkata, "Tiada sesuatu pun yang kusesalkan karena tak kuperoleh, kecuali satu hal, aku amat menyesal tak mendampingi Ali memerangi golongan pendurhaka."
 
Tapi kemudian, Ibn Umar tak mampu menyetop peperangan, sehigga ia menjauhi semuanya. Seseorang menggugatnya. Mengapa ia tak membela Ali dan pengikutnya kalau ia merasa Ali di pihak yang benar, Abdullah ibn Umar menjawab, "Karena Allah telah mengharamkan atasku menumpahkan darah Muslim."
Lalu dibacanya Q.2:193,
perangilah mereka itu hingga tak ada lagi fitnah dan hingga orang-orang beragama itu ikhlas semata-mata karena Allah.
Ibn Umar melanjutkan, "Kita telah melakukan itu, memerangi orang-orang musyrik hingga agama itu semata bagi Allah. Tetapi sekarang apa tujuan kita berperang? Aku sudah mulai berperang semenjak berhala-berhala memenuhi Masjidil Haram dari pintu sampai ke sudut-sudutnya, hingga akhirnya semua dibasmi Allah dari bumi Arab. Sekarang, apakah aku akan memerangi orang yang mengucapkan "laa ilaaha illallah"?
 
Selain mendaftar keutamaan sifat-sifat Ibnu Umar, bapak sosiologi Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah mengkritisi Ibnu Umar. Menurutnya Abdullah bin Umar melarikan diri dari urusan kenegaraan karena sifatnya memang senang menghindar dari ikut campur dalam urusan apapun, baik yang boleh maupun yang terlarang.
 
Wallahu'alam
 
 
 
 
 
 

From: Hashim, Fasriana
Sent: Friday, June 14, 2013 8:21 AM
To: TemanHidup@yahoogroups.com
Cc: respeks_group@yahoogroups.com ; chainz_of_frenz@yahoogroups.com
Subject: RG2011... ABDULLAH IBN UMAR RA. - SAHABAT RASUL, SAHABAT MALAM
No comments

Bukti Kebenaran Al-Quran Tentang Puncak Gunung Everest

Berdasarkan kajian , gunung Everest ni dulunya bukanlah gunung , tapi dasar laut. Lebih 60 juta tahun dulu, berlaku pergerakan plat tiktonik bumi yang bergerak sepanjang masa dan akhirnya bertembung . Akibatnya , satu plat terangkat ke atas , satu lagi ke bawah . Dari plat yang menungkah berterusan itulah akhirnya terbentuk gunung Everest dan gunung – gunung lain .
 
Satu fakta menarik tentang gunung ialah Allah jadikan sebagai pengimbang berat kepada bumi . Sebab itulah gunung ada di seluruh benua , diimbangkan pula dengan lembah , datarannya serta lurah disekitarnya . Ia memasak bumi dengan kekuatannya. Ini menyebabkan berat planet bumi terus seimbang pada setiap sisi , menyebabkan tetap beredar sejajar pada orbitnya .
Allah berfirman dalam surah al – An 'am : 88
" Engkau melihat gunung – gunung itu , engkau menyangka ia tetap ditempatnya , padahal ia bergerak seperti jalannya awan . ( Demikianlah ) perbuatan Allah yang membuat dengan kukuh tiap – tiap sesuatu , sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan . "
 
Ternyata , apa yang dinyatakan oleh al-Quran adalah benar dan dibuktikan pula oleh kajian sains dan geologi . Tapi apakah yang berlaku pada Rasulullah apabila menyatakan kebenaran itu 1,400 tahun dahulu ? Baginda dianggap manusia gila !
 
Bukan itu sahaja , kajian – kajian sains turut membuktikan , daratan ini satu ketika dahulu bercantum , kemudiannya berpecah dan bergerak hingga terbentuk benua serta lautan yang ada pada hari ini .
 
Rakaman satelite turut membuktikan Jazirah Arab serta gunung ganangnya didapati bergerak mendekati Iran beberapa sentimeter setiap tahun . Sedangkan , lebih 5 juta tahun lalu , Jazirah Arab bergerak memisahkan diri dari Afrika lalu membentuk Laut Merah .
 
Didapati juga pantai timur dan selatan Somalia kini dalam proses pemisahan dan telah membentuk lembah belah yang membujur ke selatan melalui deretan danau Afrika . Kepingan tiktonik benua Australia juga sedang bergerak ke arah utara dengan kelajuan 6 sentimeter / tahun .
 
Bukankah penemuan – penemuan sains serta geologi ini membuktikan al-Quran itu benar , sedangkan kebenaran itu hanya baru diketahui oleh ahli sains selepas 1,400 tahun Rasulullah mengungkapkannya ?
 
No comments

Wednesday, 5 February 2014

"Dajjal Tidak Akan Muncul Sehinggalah Manusia Melupakannya"

Nabi saw bersabda bahawa pada saat kebanyakan manusia melupakan Dajjal dan para Imam tidak lagi mengingatkan umat akan bahaya 'Fitnah Dajjal', maka ketika itulah Dajjal bakal keluar.
"Dajjal tidak akan muncul sehingga manusia melupakannya dan para Imam meninggalkan untuk mengingatkannya di atas mimbar-mimbar." (HR Ahmad)
Realiti dunia kita dewasa ini sudah memaparkan kedua-dua fenomena tersebut. Maknanya, sudah sampai masanya kita perlu berwaspada dan berhati-hati dengan kemunculan Dajjal yang bila-bila masa sahaja akan keluar!
 
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, Nabi Muhammad saw menjelaskan ciri khas Dajjal kepada umatnya yang belum pernah dijelaskan oleh para Nabi sebelumnya kepada umatnya masing-masing.
 
Beliau menegaskan bahawa Dajjal itu bermata dua namun salah satunya cacat atau buta sehingga yang berfungsi hanyalah satu mata sahaja.
"Dan sesungguhnya Dajjal itu bermata satu; sebelah matanya tidak nampak. Di antara kedua matanya tertulis "kafir" yangg boleh dibaca oleh setiap mukmin yang tahu membaca ataupun tidak." (HR Ahmad)
Hadits di atas mengingatkan kita akan suatu simbol yang tertera pada sekeping wang kertas satu dolar Amerika Syarikat (one dollar note). Di dalamnya kita lihat sebuah gambar yang disebut sebagai "The Great Seal" (Tanda Yang Agung).
 
Gambar ini penuh dengan makna dan isyarat. Perkataan berbahasa Latin "Novus Ordo Seclorum" bererti the New World Order (Sistem Dunia Baru) sedangkan di atas tulisan tersebut ada gambar piramid yang tidak sempurna kerana bahagian puncaknya terpotong.
 
 
Di atas piramid itu ada sebuah segitiga yang sesuai untuk diletakkan menjadi puncak piramid. Di dalam segitiga tersebut terdapat gambar mata tunggal. Manakala di atas segitiga bermata tunggal itu ada tulisan Latin "Annuit Coeptis" yang bererti "the Eye of Providence has approved of (our) undertakings." (Makhluk Bermata Tunggal telah merestui usaha-usaha kita).
 
Jika kita tafsirkan gambar di atas, maka ia boleh memberi makna bahawa dunia sedang diarahkan menjadi sebuah sistem yang berstruktur umpama piramid yang belum memiliki puncak atau struktur dunia yang belum mempunyai pemimpin tertinggi.
 
Namun pemimpin tersebut sedang dinanti-nantikan kehadirannya dan struktur dunia yang dirancang menjadi "The New World Order" tersebut menantikan kedatangan pemimpinnya yang bersimbolkan Makhluk Bermata Satu (Dajjal?).
 
Keseluruhan usaha-usaha untuk mewujudkan dan menguatkan "The New World Order" merupakan rangkaian usaha untuk meraih keredhaan dan restu dari Makhluk Bermata Satu atau Dajjal.
 
Dengan kata lain, Ketetapan Sistem Dunia Baru ini adalah sebuah projek yang besar untuk menyambut kedatangan puncak fitnah iaitu Dajjal!
 
Setiap dimensi kehidupan moden ini adalah dalam rangka mewujudkan "The New World Order" (Sistem Dunia Baru).
 
 
Sebuah sistem yang tidak berlandaskan nilai-nilai keimanan malah dipengaruhi secara terus oleh nilai-nilai kekufuran, nilai-nilai Dajjal.
 
Ahmad Thompson, seorang penulis Muslim rakyat Britain jelas menyatakan bahawa dunia moden semenjak hampir satu abad yang lalu (sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah Uthmaniyah yang terakhir) membentuk dirinya menjadi sebuah Sistem Dajjal.
 
Suatu sistem yang penuh dengan nila-nilai Dajjal di mana jika makhluk Dajjal itu muncul sekarang, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin Sistem Dajjal yang telah tersedia.
 
Inilah yang dikhuatiri oleh Rasulullah saw. Bilamana rangkaian fitnah telah bermunculan menjelang datangnya Dajjal, maka manusia akan mengalami proses pemilihan.
 
Barangsiapa yang sanggup beristiqamah menghindarkan diri dan keluarganya dari rangkaian fitnah tersebut, maka ia bakal terbebas dari puncak fitnah, iaitu Dajjal.
 
Sebaliknya, barangsiapa yang mengikuti serta menyemarakkan rangkaian fitnah sebelum datangnya Dajjal, nescaya ia akan mudah menjadi sasaran tipu daya Dajjal.
 
Barangsiapa yang tidak mempunyai jiwa yang kritis dan hanya menerima dan mendokong "The New World Order", maka dia termasuk mereka yang pada hakikatnya turut menanti-nanti dan menyambut dengan sukacita kedatangan seorang pemimpin, iaitu Dajjal sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw di dalam haditsnya seperti berikut:
"Suatu ketika hal ehwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: "Sungguh fitnah yang terjadi di antara kamu lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini (baik kecil mahupun besar) kecuali dalam rangka menyongsong kedatangan fitnah Dajjal. (HR Ahmad)
 

"Ya Allah, kami memohon perlindungan kepadaMu dari azab jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari buruknya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."
Amiin..
 

* Sumber diambil dari Sentiasapanas.com
No comments

ABDULLAH IBN UMAR RA. :: Sahabat Rasul, Sahabat Malam [Bahagian 1/2]

Perang Khandak berkecamuk.
Beredar kabar, siapa saja lelaki berusia 15 tahun ke atas berhak ikut berjihad.
Mendengar itu seorang pemuda berseri-seri. Usianya saat itu masuk 15 tahun.
Ia segera mendaftarkan diri. Itulah idamannya selama ini: berjihad bersama Rasulullah.
Penyertaannya dalam berbagai medan jihad tak pernah lepas dalam sejarah hidup pemuda itu.
Saat perang membuka kota Mekah (Futuh Makkah), ia berusia 20 tahun dan termasuk pemuda yang menonjol di medan perang.
 
Dialah, Abdullah ibn Umar, atau Ibn Umar.
 
"Penting sekali mendapatkan pengakuan (baiat) dari penduduk Madinah. Yang paling kukhawatirkan ada tiga orang: Husain ibn Ali, Abdullah ibn Zubair, dan Abdullah ibn Umar," Muawiyah berwasiat kepada anaknya, Yazid, yang telah dia nobatkan sebagai putra mahkota. Tiga orang itu telah menyatakan penentangannya pada pengangkatan Yazid ibn Muawiyah.
 
"Adapun Husain ibn Ali, aku berharap kamu dapat mengatasinya. Adapun Abdullah ibn Zubair, kalau kamu berhasil mengatasinya, kamu harus menghancurkannya hingga berkeping-keping. Sedangkan Ibn Umar, orang ini sebenarnya terlalu sibuk dengan urusan akhirat. Asal kamu tidak mengusik urusan akhiratnya ini, maka ia akan membiarkan urusan duniamu."
 

Berkawan Malam. Menurut sebagian penulis riwayat, kaum muslimin masa itu sedang jaya-jayanya. Muncul daya tarik harta dan kedudukan membuat sebagian orang tergoda memperolehnya. Maka para sahabat melakukan perlawanan pengaruh materi itu dengan mempertegas dirinya sebgai contoh gaya hidup zuhud dan salih, menjauhi kedudukan tinggi.
 
Ibn Umar pun dikenal sebagai pribadi yang berkawan malam untuk beribadah, dan berkawan dengan dinihari untuk menangis memohon ampunan-Nya. Akan halnya soal salat malam ini, ada riwayatnya. Di masa hayat Rasulullah, Ibn Umar mendapat karunia Allah. Setelah selesai salat bersama Rasulullah, ia pulang, dan bermimpi.
 
"Seolah-olah di tanganku ada selembar kain beludru. Tempat mana saja yang kuingini di surga, kain beledru itu akan menerbangkanku ke sana. Dua malaikat telah membawaku ke neraka, memperlihatkan semua bagian yang ada di neraka. Keduanya menjawab apa saja yang kutanyakan mengenai keadaan neraka," begitulah diungkapkan Ibn Umar kepada saudarinya yang juga istri Rasul, Hafshah, keesokan harinya.
 
Hafshah langsung menanyakan mimpi adiknya kepada Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda,
ni'marrajulu 'abdullah, lau kaana yushallii minallaili fayuksiru,
akan menjadi lelaki paling utamalah Abdullah itu, andainya ia sering salat malam dan banyak melakukannya.
Semenjak itulah, sampai meninggalnya, Ibn Umar tak pernah meninggalkan qiyamul lail, baik ketika mukim atau bersafar. Ia demikian tekun menegakkan salat, membaca Al-Quran, dan banyak berzikir menyebut asma Allah. Ia amat menyerupai ayahnya, Umar ibn Khatthab, yang selalu mencucurkan airmata tatkala mendengar ayat-ayat peringatan dari Al-Quran.
 
Soal ini, 'Ubaid ibn 'Umair bersaksi, "Suatu ketika kubacakan ayat ini kepada Abdullah ibn Umar."
 
'Ubaid membacakan QS 4:41-42 yang artinya:
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami datangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat, dan Kami mendatangkan kamu (Muhamad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). Di hari itu orang-orang kafir dan yang mendurhakai Rasul berharap kiranya mereka ditelan bumi, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadian pun."
 
Maka Ibn Umar menangis hingga janggutnya basah oleh air mata.
Pada kesempatan lain, Ibn Umar tengah duduk di antara sahabatnya, lalu membaca QS 83:-6 yang maknanya:
Maka celakalah orang-orang yang berlaku curang dalam takaran. Yakni orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta dipenuhi, tetapi mengurangkannya bila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. Tidakkah mereka merasa bahwa mereka akan dibangkitkan nanti menghadapi suatu hari yang dahsyat, yaitu ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.
Lantas Ibn Umar mengulang bagian akhir ayat ke enam, "yauma yaquumun naasu lirabbil 'alamiin", ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam. Sembari air matanya bercucuran, sampai akhirnya ia jatuh karena sekapan rasa duka mendalam dan banyak menangis.
 
Abdullah ibn Umar adalah salah satu sahabat Nabi yang berhati lembut dan begitu mendalam cintanya kepada Rasulullah. Sepeninggal Rasulullah SAW, apabila ia mendengar nama Rasulullah disebut di hadapannya, ia menangis. Ketika ia lewat di sebuah tempat yang pernah disinggahi Rasulullah, baik di Mekah maupun di Madinah, ia akan memejamkan matanya, lantas butiran air bening meluncur dari sudut matanya.
 
Sebagai sahabat Rasul, ahli ibadah dan dikaruniai mimpi yang haq, karena mimpinya dibenarkan Rasulullah, ia menjadi sosok yang tak punya minat lagi kepada dunia. Sebuah kecenderungan yang sudah nampak sejak ia remaja, ketika pertama kali gairahnya bangkit untuk ikut berjihad.
 
Dermawan.
Bagaimana mungkin Ibn Umar dikatakan tak berhasrat pada dunia, sedang ia pedagang yang sukses? Bisa saja. Sebagai pedagang ia berpenghasilan banyak karena kejujurannya berniaga. Selain itu ia menerima gaji dari Baitul Maal. Tunjangan yang diperolehnya tak sedikitpun disimpan untuk dirinya sendiri, tetapi dibagi-bagikannya kepada fakir miskin. Berdagang buat Ibn Umar hanya sebuah jalan memutar rezeki Allah di antara hamba-hambanya.
 

Suatu ketika Ibn Umar menerima uang sebanyak 4.000 dirham dan sehelai baju dingin. Sehari kemudian, periwayat yang bernama Ayub ibn Wail Ar-Rasibi melihat Ibn Umar sedang membeli makanan untuk hewan tunggangannya dengan berutang. Maka Ayub ibn Wail ini mencari tahu kepada keluarganya. Bukankah Abu Abdurrahman (maksudnya Ibn Umar) menerima kiriman empat ribu dirham dan sehelai baju dingin? Mengapa dia berutang untuk membeli pakan hewan tunggangannya?
 
"Tidak sampai malam hari, uang itu telah habis dibagikannya. Mengenai baju dingin itu, mula-mula dipakainya, lalu ia pergi keluar, saat kembali ia sudah tak lagi memakai baju dingin itu. Ketika kami tanya ke mana baju dingin itu, Ibn Umar bilang sudah diberikannya kepada seorang miskin," demikian jawab keluarga Ibn Umar.
 
Segera saja Ayub ibn Wail bergegas menuju pasar. Ia berdiri di tempat yang agak tinggi dan berteriak. "Hai kaum pedagang, apa yang Tuan-tuan lakukan terhadap dunia. Lihatlah Ibn Umar, datang kiriman kepadanya sebanyak empat ribu dirham, lalu dibagi-bagikannya hingga esok pagi ia membelikan hewan tunggangannya makanan secara berutang."
 
Kedermawanan Ibn Umar antara lain juga ditunjukkan dengan sikap hanya memberi mereka yang fakir miskin. Ia pun jarang makan sendirian. Anak-anak yatim atau golongan melarat kerap diajaknya makan bersama-sama. Ia pernah menyalahkan anak-anaknya sendiri lantaran mengundang jamuan makan untuk kalangan hartawan. "Kalian mengundang orang-orang yang dalam kekenyangan, dan kalian biarkan orang-orang kelaparan."
 
Sang dermawan memang bukan mencari nama dengan kedermawanannya. Dalam kesehariannya, kaum dhuafa akrab dengan Ibn Umar. Sifat santunnya, terutama kepada fakir miskin, bukan basa-basi. Orang-orang fakir dan miskin sudah duduk menunggu di tepi jalan yang diduga bakal dilewati Ibn Umar, dengan harapan mereka akan terlihat oleh Ibn Umar dan diajak ke rumahnya.
 
Hati-hati. Adalah Abdullah ibn Umar orangnya, yang kalau dimintai fatwa enggan berijtihad. Karena takut berbuat kesalahan, meskipun ajaran Islam yang diikutinya sejak berusia 13 tahun memberi satu pahala bagi yang keliru berijtihad, dan dua pahala bagi yang benar ijtihadnya. Karena khawatir keliru berijtihad, ia pun menolak jabatan kadi atau kehakiman. Padahal ini jabatan tertinggi di antara jabatan kenegaraan dan kemasyarakatan, jabatan yang juga "basah".
 
Pernah khalifah Utsman r.a. mau memberi jabatan kadi, tapi Ibn Umar menolak. semakin Khalifah mendesak, Abdullah ibn Umar makin tegas menolak.
 
"Apakah antum tak hendak menaati perintahku?"
 
"Sama sekali tidak. Hanya, saya dengar para hakim itu ada tiga macam: pertama hakim yang mengadili tanpa ilmu, maka ia dalam neraka; kedua, yang mengadili berdasarkan nafsu, ia pun dalam neraka; dan ketiga, yang berijtihad sedang ijtihadnya betul, maka ia dalam keadaan berimbang, tidak berdosa tapi tidak pula beroleh pahala. Dan saya atas nama Allah memohon kepada antum agar dibebaskan dari jabatan itu."
 
Khalifah menerima keberatan itu dengan syarat, Ibn Umar tak menyamnpaikan alasan penolakannya kepada siapa pun. Sebab, jika seorang yang bertakwa lagi salih mengetahui hal ini, niscaya akan mengikuti jejak Ibn Umar. Kalau sudah demikian, pupuslah harapan khalifah mendapatkan kadi yang takwa dan salih.
 
Penolakan itu sendiri sebenarnya karena Ibn Umar masih melihat di antara sahabat Rasulullah masih banyak yang salih dan wara' yang lebih pantas memegang jabatan itu. Ibn Umar sendiri sadar, penolakan itu takkan sampai berakibat jatuhnya posisi kadi ke tangan yang tak pantas memegangnya.
 
Calon Khalifah Ketiga. Penerus kekhalifahan Islam sepeninggal Abu Bakar Ash-Shiddiq, adalah Umar ibn Khattab. Khalifah Umar ibn Khattab suatu ketika mendapat serangan mematikan dari Abu Lu'lu'ah. Dalam keadaan terluka parah, sejumlah sahabat menemui Khalifah memberi saran. "Wahai Amirul Mu'minin, bukankah sebaiknya engkau segera menunjuk salah seorang wakil yang akan menggantikan engkau?"
 
"Siapakah orangnya? Andaikata Abu Ubaidah Ibn Jarrah masih hidup, niscaya aku akan tunjuk dia sebagai pengganti."
 
Salah satu sahabat berkata, "Saya akan menunjukkan nama pengganti itu. Tunjuklah Abdullah ibn Umar."
 
"Demi Allah, engkau keliru. Aku tak bermaksud menunjuk orang yang kau usulkan itu. Apa yang kau harapkan dari keluargaku untuk pekerjaan ini, sudah cukuplah dan dari keluargaku aku seorang diri saja yang akan diperiksa Allah dan yang akan ditanya tentang hal-hal mengenai umat Muhamad saw ini."
 
Kondisi Umar terus memburuk, belum juga ada nama penggantinya. Sekali lagi para sahabat menemui Khalifah, mendorong menunjuk calon penerusnya. Khalifah pun memberi nama-nama calon itu. "Hendaklah kamu berpegang teguh kepada calon yang terdiri dari beberapa orang, dan orang yang kucalonkan ini ialah beberapa orang yang sewaktu Rasulullah wafat, beliau rela kepada orang-orang ini, dan orang-orang ini termasuk yang dijanjikan Rasulullah masuk surga. Mereka ialah Ali ibn Abi Thalib, Utsman ibn Affan, Saad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn Auf, Thalhah ibn Ubaidillah, dan Abdullah ibn Umar."
 
Akhirnya masuk juga nama anak Umar ini. Tapi, kata Umar, Ibn Umar hanya berhak memilih, tapi tidak berhak dipilih.
 
Menurut periwayat, Abdullah ibn Umar sampai mendorong terpilihnya Usman ibn Affan dengan pertimbangan, Utsman ibn Affan luas ilmunya, wara', dan memiliki kelebihan dan keistimewaan. Antara lain, Utsman ibn Affan menjadi suami dari dua anak perempuan Rasulullah SAW.
 
Tak heran, dalam masa kepemimpinan Utsman ibn Affan, Abdullah ibn Umar kerap dimintai nasihat. Puncaknya, Utsman meminta Ibn Umar memegang jabatan kadi yang kemudian ditolaknya dengan hujjah, alasan yang kuat.
 

* Kebahagian 2
No comments

Tuesday, 4 February 2014

Kempen bantu rakyat Syria hadapi musim sejuk

Exco Tugas-tugas Khas Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Syahrir Azfar Saleh (kanan) memberi penerangan mengenai keaadan pergolakan di negara Syira sempena pelancaran Kempen Kemanusiaan Syria di Kuala Lumpur hari ini. Turut kelihatan Naib Presiden Antarabangsa ABIM, Mohamad Raimi Abdul Rahim. - Foto Bernama
 
KUALA LUMPUR, 4 Februari 2014 - Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim) bersama enam pertubuhan bukan kerajaan (NGO) hari ini melancarkan kempen 'I Need You' untuk mengumpul dana membantu umat Islam di Syria yang menjadi mangsa konflik peperangan.
  
Naib Presiden Abim, Mohamad Raimi Ab Rahim berkata, kempen berkenaan menyasarkan RM250,000 hasil kutipan bagi membantu rakyat Syria yang ketika ini dilanda musim sejuk.
  
"Antara bantuan yang diperlukan ialah selimut, jaket musim sejuk, pemanas untuk rumah dan bekalan makanan untuk mereka mengharungi musim sejuk yang berbaki kira-kira dua bulan lagi," katanya kepada pemberita di pejabat Sekretariat ABIM pusat di sini.
  
Turut hadir Ketua Pegawai Eksekutif Malaysia Life Line For Syria, Syahrir Azfar Saleh serta wakil lima NGO berkenaan iaitu Global Peace Mission; Wadah Pencerdasan Umat Islam Malaysia (Wadah); Future Global Network (FGN); Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) dan Yayasan Takmir Pendidikan Malaysia.
Konflik di Syria kini masuk tahun keempat apabila rakyat negara itu bangkit menentang kerajaan pimpinan Presiden Bashar Al-Assad yang mengakibatkan banyak jiwa terkorban dan berjuta-juta rakyat menjadi pelarian.
 
Mohamad Raimi berkata, setakat ini konflik di Syria meragut hampir 150,000 nyawa manakala lebih 6.5 juta rakyat negara itu menjadi pelarian di tanah air sendiri.
  
"Keadaan diburukkan lagi apabila mangsa konflik perang di sana terutama kanak-kanak, wanita dan warga tua terpaksa berjuang meneruskan hidup dalam musim sejuk kali ini," katanya.
  
Sementara itu, Syahrir Azfar berkata, pihaknya bercadang menghantar bantuan yang akan dikumpul melalui kempen 'I Need You' kepada rakyat Syria pada hujung Mac.
  
"Kempen I Need You akan digerakkan selama dua bulan sebagai platform untuk rakyat Malaysia yang prihatin menyalurkan bantuan dan semoga sumbangan ini nanti dapat meringankan beban yang dihadapi rakyat Syria yang sedang mengalami kesusahan," katanya.
  
Orang ramai boleh menghulurkan sumbangan melalui akaun Maybank 5622-1820-7666 atas nama Gabungan Salam Syria atau menghubungi talian 03-41416732 atau 013-2226057. - Bernama
No comments

Monday, 3 February 2014

Ganjaran menolong Mukmin dalam kesusahan

Daripada Abu Hurairah meriwayatkan daripada Nabi Muhammad SAW, sabdanya yang bermaksud,
"Sesiapa yang melepaskan salah satu kesusahan dunia daripada seorang Mukmin, maka Allah akan melepaskan salah satu kesusahan pada hari kiamat daripadanya. Sesiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Sesiapa menutup aib seorang Muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Sesiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga. Tidaklah satu kaum berkumpul di satu rumah Allah dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, kecuali ketenteraman akan turun kepada mereka, malaikat menaungi mereka di hadapan makhluk yang di sisi-Nya dan sesiapa yang lambat (kurang) amalannya, maka tidak akan dipercepat mengangkat darjatnya,". (Riwayat Muslim dan al Tirmizi).

Kita hendaklah selalu menolong saudara Mukmin di atas muka bumi ini dengan cara membantu dan melepaskan kesusahan urusan dunia daripada hidup mereka. Ganjarannya, Allah akan melepaskan salah satu kesusahan kita nanti pada hari kiamat.
 
Hendaklah kita sering mengunjungi masjid dan rumah Allah untuk menghadiri kelas pengajian dan majlis ilmu dan mengajak saudara lain untuk sama-sama mempelajari kitab Allah dan sunah.
Kita hendaklah selalu menolong saudara Mukmin di atas muka bumi ini dengan cara membantu dan melepaskan kesusahan urusan dunia daripada hidup mereka"
 
Sesiapa yang malas beramal, kurang atau lambat amalannya maka Allah tidak akan mempercepatkan urusan mengangkat darjatnya.
 

* Sumber dipetik dari Buku Hadis 40 Imam Nawawi
No comments

Tempat Sujud Malaikat Jibril Disebelah Kanan Pintu Kaabah

Lebih kurang satu depa ke sebelah kanan pintu Kaabah terdapat satu susunan marmar coklat kemerahan tanda untuk mengabadikan lokasi Jibril a.s. semasa mengimamkan RasuluLlah s.a.w selepas turunnya perintah solat dalam peristiwa Isra' Mikraj.
 
Jibril a.s. turun sebanyak 10 kali yakni lima kali diawal waktu dan lima lagi di akhir waktu untuk mengajar sempadan masa solat. Ia sebagai perincian kepada keterangan firman Allah didalam kitab Al-Quran yang mengkehendakki kita solat diwaktu malam, siang dan fajar. Penegasan ini sesuai dengan solat sebagai tiang agama yakni Rukun Islam yg kedua selepas Shahadah.
 
Lazim Imam Masjidil Haraam mengambil barakah lokasi ini semasa mengimamkan jemaah solat waktu. Ada Duyufur_Rahman yg menceritakan semerbaknya tempat sujudnya Jibril a.s. ketika solat disitu.
 
Alangkah bertuahnya dan amat beruntung tetamu Allah itu.
 
No comments

Celoteh : Jatuh talak tiga kerana wifi

SELALU disebut orang, wanita lebih setia berbanding lelaki. Betulkah? Sama seperti dalam banyak hal yang lain, walaupun mungkin benar wanita lebih setia dalam  percintaan tetapi pastinya bukan seratus peratus. Cuma daripada pemerhatian rambang, wanita sering dianggap lebih setia.
 
Tengoklah pada kawan-kawan kita, saudara mara kita, berapa ramai wanita yang terus hidup sendiri, tidak cari pengganti selepas kematian suami. Tidak. Saya tidaklah sampai mengatakan mereka yang berkahwin lagi itu sebagai tidak setia. Itu soal jodoh dan juga ada sebab-sebab yang lain.
 
Islam dan budaya kita pun tidak menghalang sesiapa juga untuk berkahwin kali kedua, ketiga atau ke berapa sekalipun setelah habis tempoh iddahnya. Ini sekadar perbandingan mudah dalam konteks setia cinta antara lelaki dengan wanita.
 
Dan kita lihatlah pula bagaimana lelaki yang berhadapan situasi serupa. Berapa ramai yang kekal hidup menyendiri selepas kematian isteri atas alasan tidak sanggup untuk menduakan si dia yang sudah pergi dan hati menolak kehadiran orang baru untuk bergelar pengganti.
 
Banyak yang saya jumpa untuk tempoh seminggu atau dua tiga minggu pertama, sedih hibanya tidak terkata. Lepas sebulan, akan disebut-sebut, kawan-kawan di surau , di pejabat sudah bertanya, "bila nak cari pengganti?"
 
Beberapa hari kemudian, keluarlah status baru: "hidup mesti diteruskan ..." Masuk bulan kedua, bukan setakat status Facebook, status diri pun sudah baru, 'kalau dah jodoh ...!'
 
Itulah yang kita biasa perhatikan walaupun bukanlah  maknanya semua lelaki demikian. Pada zaman dahulu, dicipta orang perumpamaan untuk menggambarkan mereka yang cepat bertemu jodoh baru selepas kematian pasangan iaitu 'tanah kubur masih lagi merah ...'
 
Itu zaman dahulu. Zaman sekarang lain pula. Seiring dengan perkembangan teknologi, diciptakan pula perumpamaan baru. Untuk menggambarkan betapa wanita lebih setia berbanding lelaki, hati mereka diumpamakan seperti wifi. Wifi seperti yang kita tahu  hanya boleh diakses oleh  yang  memiliki kata laluan atau password sahaja.
 
Ini khusus kepada yang diiktiraf sebagai pasangan sahaja, sama ada suami atau kekasih yang sejati.
 
Manakala hati lelaki pula, kononnya diumpamakan dengan aplikasi 'bluetooth'. 'Bluetooth' seperti yang kita tahu apabila berdekatan,  akan 'connect' sebaliknya tatkala berjauhan, ia akan 'try to search a new device' atau cuba mencari pasangan baru.
 

Betulkah begitu?  Seperti yang saya nyatakan di atas tadi, penilaian terhadap hal-hal yang semacam ini tidak akan ada yang seratus peratus betul atau seratus peratus sama. Ianya adalah pada diri masing-masing. Sendiri tanya, sendiri juga yang kena jawab!
 
Ada pun berkaitan dengan wifi,  satu lagi kisah yang walaupun bunyinya sekadar olok-olokan tetapi elok juga dijadikan peringatan.
 
Dikisahkan daripada seorang peguam yang menyampaikan cerita ini kepada saya bahawa seorang suami yang panas baran menerima SMS daripada bekas jirannya yang baru berpindah.
 
Dalam SMS itu, pemuda bekas jirannya itu meminta maaf kerana katanya selama mereka tinggal berdekatan, dia sudah beberapa kali curi guna 'wife' lelaki itu.
 
"Saya minta maaf sebab saya tahu saya berdosa kepada tuan kerana guna 'wife' tuan tanpa kebenaran," demikian pengakuan pemuda berkenaan.
 
Lelaki itu pula yang tanpa usul periksa balik ke rumah terus mengamuk lalu menceraikan isterinya dengan talak tiga sekali gus.
 
Tidak lama kemudian, dia terima satu lagi SMS daripada bekas jirannya itu: "Minta maaf tuan, bukan wife tapi wifi. Salah ejaan."
 
Ya, cerita ini mungkin sekadar rekaan walaupun ada juga komen rakan-rakan yang mengaku pernah dengar cerita yang hampir sama atau seumpamanya bahawa hal yang seperti itu pernah berlaku secara realiti. Apa pun bagi saya, ia baik untuk kita jadikan peringatan.
 
Orang yang panas baran mudah hilang pertimbangan dan dalam keadaan hilang pertimbangan apa-apa yang tidak logik, tidak munasabah pun boleh berlaku tatkala kerasukan. Jadi waspadalah.
 
Berdoa pada ALLAH minta perlindungan daripada hasutan syaitan pada setiap masa kita. Jangan sampai nasi jadi bubur apa lagi yang berkaitan dengan talak.
 

* Oleh MUHAMAD MAT YAKIM, Sinar Harian, 31 Januari 2014
No comments